Oleh: Novi Arian (Alumnus STT Telkom Angkatan 2000)

Sebagian kita bukan cuma hidup di atas menara gading, bahkan bisa jadi berada di lipatan dunia yang lain.

Kemarin di kampung, sepulang dari pasar ibu cerita ada pengunjung yang teriak-teriak histeris karena tak tahan dengan naiknya harga barang. Sementara di lipatan dunia lain ada yang bertertiak histeris di depan panggung konser atau gelanggang olahraga

Pertemuan dua penduduk dunia yang berasal dari lipatan berbeda sering kali menciptakan pemandangan yang memilukan.

Seseorang ketika sedang menunggu kawannya di pinggir jalan didatangi pemulung dengan bayi dalam gendongannya. Dia pikir si pemulung mengharap belas kasihan dengan uang receh di kantongnya. Ternyata tidak, pemulung itu menunggu cup plastik kopi mahal dalam genggamannya habis. Sungguh tak terbayang, buat penduduk dunia di lipatan lain gelas plastik begitu berharga. Mereka seperti alien satu sama lain.

Alhamdulillah, di facebook banyak saya temui kawan-kawan yang punya dua kaki untuk menghubungkan dua lipatan itu. Mereka adalah para relawan bencana, para aktifis sosial yang sudah berkorban banyak untuk hal-hal yang mungkin jauh dari lintasan sebagian orang.

Sebelum tidur, terkhusus buat mereka para relawan salam takzim dan doa. Semoga Allah membalas kebaikannya, mempermudah hidupnya seperti halnya mereka sering mempermudah hidup orang lain. Aamin.

Leave a Comment

WhatsApp chat