Sumur Bor untuk Santri Yatim-Dhuafa Penghafal Qur’an

Mendorong gerakan mencerdaskan bangsa memang sangat luas sisi dan dimensinya. Oleh karena itu, Laznas BMH senantiasa hadir memberikan support terhadap segala sisi kebutuhan program pendidikan, terutama bagi para santri yatim-dhuafa penghafal Al-Qur’an, seperti yang dilakukan di Mamuju Sulawesi Barat.

“Alhamdulillah, selama ini BMH telah hadir dengan support logistik untuk kebutuhan para santri. Namun, saat ini masalah yang sangat mendesak diatasi adalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Untuk itu, BMH Perwakilan Sulawesi Barat mengangkat program Sumur Bor untuk santri,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat di Mamuju, Rahmat Wijaya.

Pesantren Tahfidz Al-Quran yang berada di Jalan Poros Mamuju, Desa Tadui, Dusu Salutalawar selama beberapa bulan selalu kekurangan air.

“Secara alamiah, sebenarnya sudah ada aliran air bersih dari perbukitan, tetapi kerap tersendat dan jika hujan turun sering berlumpur, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk itu, program ini sangat mendesak bagi santri,” imbuh Rahmat.

Selama proses penggalangan dana ini sampai sumur bor terwujud, para pengasuh pesantren dan santri hanya mengandalkan air hujan yang ditadah. “Sangat tidak memadai,” tegas Rahmat.

Atas kondisi tersebut, BMH mengajak semua pihak untuk berkenan berkontribusi, agar krisis air yang terjadi di pesantren tahfidz Qur’an Salutalawar ini dapat segera kita akhiri.*/Jamal

Leave a Comment

WhatsApp chat